Lompat ke isi

Distrik Kelua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Tabalong

Peta Zuid en Ooster Afdeeling van Borneo, Distrik Kaloewa no. X

Wilayah Distrik Kelua yang sekarang menjadi kecamatan yang terdiri atas Kelua, Pugaan, Banua Lawas dan Muara harus.

Distrik Kelua/Kaloewa/Kloea[1][2] adalah bekas distrik (kedemangan) yang merupakan bagian dari wilayah administratif Onderafdeeling Tabalong dan Kelua pada zaman kolonial Hindia Belanda dahulu.

Distrik Kelua pernah dipimpin oleh Kepala Distrik (districhoofd) yaitu

Tahun Districtshoofd Panghoeloe
1861-1862 Kiai Warga Kasoema[1][3] -
1862 Kiai Taher[4][5] Hadji Abdul Madjid[4][5]
1868 Toemenggoeng Tjakra Negara[2][6][7] Hadji Abdoe 'l-madjid[2][6][7]
1899 Kiai Tjakra Widana[8][9]

Dewasa ini wilayah distrik ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tabalong. Suku Banjar yang mendiami wilayah bekas distrik ini disebut Orang/Puak Kelua (Urang Kalua').

[10]Distrik Kloea tahun 1914 dalam peta Borneo

Distrik Kelua terdapat Pasar Kelua di tahun 1930-an sudah menjadi denyut nadi perdagangan di Onderafdeeling Tabalong dan Kelua, karena lokasinya yang strategis di pertemuan jalur sungai dan darat sehingga menjadi titik temu perdagangan antara wilayah dari Tamiang Layang, Tanjung dan Amuntai.[11]

Berkas:Deretan Mobil Penduduk di Pasar Kelua.png
Mobil-mobil penduduk pasar di Kelua

Distrik Kelua menjadi daerah yang meghasilkan getah karet yang besar di Hulu Sungai di Era Hindia Belanda. Wilayah Kelua yang datar dan rendah menjadikan masyarakat mayoritas menanam padi, berternak ayam dan bebek dan menenun sarung.[12]

Organisasi

[sunting | sunting sumber]

Di Kelua sebelum kemerdekaan berdiri oraganisasi-organisasi seperti Muhammadiyah (1931), Nahdatul Ulama (1936) setelah muktamar di Banjarmasin. Organisasi Islam lokal Musyawaratutthalibin (1936) merupkan oraganisasi keagamaan lokal di Kalimantan Selatan membuka cabang di Kelua dan membuat sekolah puteri.[13]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1861). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 34. Lands Drukkery. hlm. 133.
  2. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1871). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 44. Lands Drukkery. hlm. 197.
  3. (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 35. Lands Drukkery. hlm. 136.
  4. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 36. Lands Drukkery. hlm. 140.
  5. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 37. Lands Drukkery. hlm. 147.
  6. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1868). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 41. Lands Drukkery. hlm. 138.
  7. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 43. Lands Drukkery. hlm. 180.
  8. Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  9. Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Vol. 2. Dutch East Indies. 1906. hlm. 243. {{cite book}}:
  10. KITLV (31 Desember 1914). "Peta Borneo". Diakses tanggal 14 April 2026.
  11. Tropisch Nederland (1931-07-27). "Tropisch Nederland; veertiendaagsch tijdschrift ter verbreiding van kennis omtrent Nederlands Oost- en West-Indië, jrg 4, 1931-1932, no. 7, 27-07-1931". Edisi Ive Jaargai Ive Jaargang. Afl. N 7 27 Juli 1931. {{cite journal}}:
  12. T. J. Bezemer (1921). "Βεκνορτe Encyclopædie Van Nederlandsch- Indië". Diakses tanggal 10 April 2026.
  13. "Wajidi" (2007). Nasionalisme Indonesia di Kalimantan Selatan 1901-1942. Banjarmasin: Pustaka Banua. hlm. 139, 149, 158, . ISBN 979-3381-20-0. {{cite book}}: Periksa |isbn= value: checksumPemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)