Lompat ke isi

Disneyland Tokyo

Tokyo Disneyland
Cinderella Castle, ikon Tokyo Disneyland, pada tahun 2023.
Peta
Peta interaktif Tokyo Disneyland
LokasiTokyo Disney Resort, Urayasu, Prefektur Chiba, Jepang
Koordinat35°37′58″N 139°52′50″E / 35.63278°N 139.88056°E / 35.63278; 139.88056
TemaKerajaan Impian dan Sihir
OperatorThe Oriental Land Company
Dibuka15 April 1983; 43 tahun lalu (1983-04-15)
Luas area126 ekar (51 ha)
Situs webSitus resmi Tokyo Disneyland (Inggris)
StatusBeroperasi

Tokyo Disneyland (Jepang: 東京ディズニーランド, Hepburn: Tōkyō Dizunīrando, nama panggilan lokal TDL)[1] adalah sebuah taman hiburan seluas 126-ekar (51 ha) yang terletak di Tokyo Disney Resort, Urayasu, dekat Tokyo di Prefektur Chiba, Jepang.[2] Pintu masuk utamanya berada tepat di sebelah Stasiun Maihama dan Stasiun Tokyo Disneyland. Taman ini merupakan taman Disney pertama yang dibangun di luar Amerika Serikat dan dibuka pada 15 April 1983. Taman ini dibangun oleh WED Enterprises dengan gaya yang sama seperti Disneyland di California dan Magic Kingdom di Florida.[2] Taman ini dimiliki oleh The Oriental Land Company, yang memegang lisensi kekayaan intelektual dari The Walt Disney Company. Tokyo Disneyland beserta taman pendampingnya, Tokyo DisneySea, adalah satu-satunya taman Disney di dunia yang tidak dimiliki maupun dioperasikan oleh The Walt Disney Company dalam kapasitas apa pun.

Taman ini memiliki tujuh area bertema: World Bazaar, Adventureland, Westernland, Fantasyland, Tomorrowland, Critter Country, dan Toontown. Banyak dari area-area ini mencerminkan area serupa di Disneyland asli karena terinspirasi dari film-film dan fantasi Disney Amerika. Fantasyland mencakup Peter Pan's Flight, Snow White's Scary Adventures, dan Dumbo the Flying Elephant, yang semuanya terinspirasi dari film dan karakter Disney.[3] Taman ini dikenal dengan ruang terbuka yang luas untuk menampung banyak pengunjung yang datang.[2] Pada tahun 2024, Tokyo Disneyland dikunjungi oleh 15,1 juta orang, menjadikannya taman hiburan paling banyak dikunjungi keempat di dunia dan taman hiburan paling banyak dikunjungi kedua di Asia.[4]

Logo yang digunakan dari tahun 1977 hingga 1999.

Lokasi Tokyo Disneyland merupakan bagian dari area reklamasi tanah seluas 600 hektar yang ditetapkan pada tahun 1960-an sebagai kawasan rekreasi guna memenuhi kebutuhan hiburan yang terus meningkat di kawasan metropolitan Tokyo. Keputusan ini menjadi dasar bagi berdirinya Tokyo Disney Resort di kemudian hari.[5]

Gagasan membangun Disneyland di Jepang bermula pada akhir tahun 1950-an, ketika pengusaha Jepang bernama Kunizo Matsuo mendatangi Walt Disney dengan usulan pembangunan taman Disney di Nara. Meskipun kabarnya Walt sempat menyetujui gagasan tersebut, ia kemudian mengurungkan niatnya. Matsuo yang tetap bertekad membuka taman bertema Disney akhirnya mendirikan Nara Dreamland pada tahun 1961 — sebuah taman yang hampir identik dengan Disneyland, namun tanpa karakter atau kekayaan intelektual Disney. Taman ini beroperasi hingga tahun 2006 dan akhirnya dibongkar pada tahun 2017.[6]

Pada Februari 1974, Oriental Land Company (OLC) secara resmi mengundang para eksekutif Disney untuk datang ke Jepang dalam rangka kunjungan penjajakan. Pada Juni tahun yang sama, presiden perusahaan, Chiharu Kawasaki, mengunjungi kantor pusat Disney untuk menegaskan keinginan OLC membawa Disneyland ke Jepang. Kawasaki kembali mengundang para eksekutif puncak Disney untuk mengunjungi Jepang, dan undangan tersebut akhirnya diterima pada bulan Desember.[7]

Setelah bertahun-tahun bernegosiasi, Masatomo Takahashi selaku presiden OLC menandatangani kontrak awal pembangunan Tokyo Disneyland di Prefektur Chiba pada April 1979.[8] Para insinyur dan arsitek Jepang mengunjungi California untuk mengamati Disneyland dan mempersiapkan pembangunan taman yang baru.[9] Pembangunan taman dimulai setahun kemudian dan diliput oleh ratusan jurnalis, mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap taman ini. Total biaya pembangunan Tokyo Disneyland mencapai 180 miliar yen, jauh melampaui proyeksi awal sebesar 100 miliar yen.[9]

Pada 28 Februari 2020, OLC mengumumkan penutupan sementara Tokyo Disneyland dan DisneySea mulai 29 Februari dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19.[10] Penutupan yang semula dijadwalkan berakhir pertengahan Maret ini kemudian diperpanjang dua kali, dengan batas akhir terbaru ditetapkan pada 1 Juli 2020.[11]

Tata Letak dan Wahana

[sunting | sunting sumber]

Dengan beberapa pengecualian, Tokyo Disneyland menampilkan wahana yang sama dengan yang ada di Disneyland dan Magic Kingdom di Walt Disney World.[2]

World Bazaar

[sunting | sunting sumber]

World Bazaar adalah koridor masuk utama sekaligus pusat perbelanjaan utama di Tokyo Disneyland. Meski menggunakan kata "World" dalam namanya, tampilan dan tema World Bazaar mencerminkan suasana Amerika awal abad ke-20, serupa dengan area "Main Street, U.S.A." di taman-taman bermodel Magic Kingdom lainnya. World Bazaar terdiri dari dua "jalan" yang saling bersilangan: Main Street (koridor utama yang membentang dari pintu masuk menuju Cinderella Castle) dan Center Street, yang melintasi Main Street secara tegak lurus dan mengarah ke Adventureland di satu sisi serta Tomorrowland di sisi lainnya. World Bazaar dilengkapi dengan kanopi permanen yang menutupi area Main Street dan Center Street, dirancang untuk melindungi pengunjung dari cuaca.[12][13]

Adventureland

[sunting | sunting sumber]
Western River Railroad

Adventureland terdiri dari dua area yang berbeda namun saling melengkapi: area bertema New Orleans dan area bertema "hutan tropis". Area ini mengambil inspirasi gaya dan arsitektur dari kawasan New Orleans Square dan Adventureland yang ada di Disneyland Park di Amerika Serikat.[12][13]

Westernland

[sunting | sunting sumber]

Westernland adalah area bertema "Amerika Barat zaman dulu", yang merupakan padanan dari Frontierland di taman bermodel Magic Kingdom lainnya. Lanskap Westernland didominasi oleh Big Thunder Mountain — sebuah gunung bergaya Monument Valley yang di dalamnya terdapat wahana roller coaster berdesain kereta tambang — serta Rivers of America, sebuah jalur air buatan yang menjadi rumah bagi Mark Twain Riverboat, Tom Sawyer Island, dan berbagai hewan hidup maupun animatronik.[12][13]

Critter Country

[sunting | sunting sumber]

Critter Country adalah area kecil di dalam taman dengan wahana utama berupa Splash Mountain, sebuah wahana log flume yang dibuka pada tahun 1992 dan terinspirasi dari sekuens animasi dalam film Song of the South produksi Disney tahun 1946.[14][15]

Fantasyland

[sunting | sunting sumber]
Di Tokyo Disneyland, The Haunted Mansion terletak di Fantasyland.

Seperti taman hiburan Magic Kingdom lainnya, pintu masuk utama Fantasyland adalah sebuah kastil — dalam hal ini Cinderella Castle, yang merupakan salinan hampir identik dari kastil serupa di Magic Kingdom Florida. Tanpa wahana "memacu adrenalin", wahana-wahana di Fantasyland umumnya berupa dark ride yang membawa pengunjung menelusuri adegan dari film-film Animasi Disney seperti Snow White and the Seven Dwarfs, Peter Pan, dan Pinocchio.[12][13]

Sebuah sub-kawasan bertema Beauty and the Beast dibuka pada September 2020 sebagai bagian dari ekspansi terbesar dalam sejarah taman ini. Di dalamnya terdapat dark ride bernama Enchanted Tale of Beauty and the Beast yang berada di Beauty and the Beast Castle, dengan Maurice's Cottage dan Gaston's Fountain di pintu masuknya.[16] Kawasan baru ini juga mencakup Belle's Village yang di dalamnya terdapat restoran La Taverne de Gaston serta Village Shoppes yang menjual suvenir dan hadiah.[17]

Venue pertunjukan panggung baru bernama Fantasyland Forest Theatre juga menjadi bagian dari ekspansi ini. Dengan kapasitas 1.500 orang, venue ini menampilkan pertunjukan Mickey's Magical Music World berdurasi 25 menit.[18]

Toontown

Seperti kawasan serupa di Disneyland, Toontown (disebut "Mickey's Toontown" di Disneyland) sangat terinspirasi dari film Who Framed Roger Rabbit tahun 1988. Area ini memiliki dua wahana: Roger Rabbit's Car Toon Spin dan Gadget's Go Coaster. Atraksi lainnya meliputi Mickey's House and Meet Mickey, Minnie's House, Goofy's Paint 'n' Play House, Donald's Boat, Chip 'n Dale's Treehouse, dan Toon Park.[12][13]

Wahana baru bernama Minnie's Style Studio dibuka pada September 2020 sebagai bagian dari ekspansi terbesar taman ini. Sebagai area penyambutan karakter, pengunjung dapat berfoto bersama Minnie yang mengenakan berbagai kostum musiman yang berganti-ganti.[17]

Tomorrowland

[sunting | sunting sumber]

Sebagaimana taman-taman Disney modern lainnya, Tomorrowland di Tokyo Disneyland tidak lagi menampilkan visi masa depan yang realistis, melainkan tema-tema fantasi fiksi ilmiah. Secara arsitektur, kawasan ini banyak mengambil inspirasi dari versi Tomorrowland Florida periode 1971–1993. Wahana yang tersedia antara lain Space Mountain dan Star Tours – The Adventures Continue.

Sebuah wahana mobil berputar bernama The Happy Ride with Baymax dibuka pada September 2020 sebagai bagian dari ekspansi terbesar taman ini. Wahana ini merupakan wahana Disney pertama yang mengambil tema dari film animasi Disney Animation tahun 2014, Big Hero 6.[19] Sebuah toko popcorn bertema luar angkasa bernama The Big Pop juga dibuka pada hari yang sama.[18]

Wahana Mendatang

[sunting | sunting sumber]

Taman ini direncanakan akan mendapatkan wahana bertema film animasi Disney Animation tahun 2012, Wreck-It Ralph, yang semula dijadwalkan dibuka pada tahun 2026 namun ditunda ke musim semi 2027.[20][21] Selain itu, renovasi ketiga Space Mountain di Tomorrowland juga direncanakan selesai pada tahun 2027.[22]

Jumlah Pengunjung

[sunting | sunting sumber]
TahunPengunjung
200612.900.000[23]
200713.906.000[24]
200814.293.000[25]
200913.646.000[26]
201014.452.000[27]
201113.996.000[28]
201214.847.000[29]
201317.214.000[30]
201417.300.000[31]
201516.600.000[32]
201616.540.000[33]
201716.600.000[34]
201817.907.000[35]
201917.910.000[36]
20204.160.000[37]
20216.300.000[38]
202212.000.000[39]
202315.100.000[40]
202415.104.000[41]

Ini adalah rangkuman insiden-insiden penting yang pernah terjadi di Tokyo Disney Resort di Jepang, mencakup kecelakaan besar, cedera, kematian, dan kejahatan yang signifikan. Meskipun insiden-insiden ini wajib dilaporkan kepada otoritas pengawas untuk diselidiki, insiden yang berkaitan dengan wahana umumnya masuk ke dalam salah satu kategori berikut:

  • Kelalaian dari pihak pengunjung (termasuk penolakan untuk mengikuti instruksi keselamatan atau dengan sengaja melanggar peraturan taman)
  • Kondisi kesehatan pengunjung yang sudah ada sebelumnya (diketahui maupun tidak)
  • Kelalaian dari pihak manajemen taman, operator wahana, atau tim pemeliharaan
  • Kejadian di luar kendali manusia atau kecelakaan biasa yang bukan merupakan akibat langsung dari tindakan atau kelalaian siapa pun (misalnya terpeleset atau terjatuh)

Insiden di Seluruh Resort

[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi dan tsunami 2011

[sunting | sunting sumber]
  • Pada 11 Maret 2011, akibat gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011, resort ini menghentikan operasionalnya di tengah hari.[42] Area parkir resort terendam banjir pasca gempa; laporan awal menyebutkan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh tsunami yang menyusul, namun pihak kepolisian kemudian menyatakan bahwa likuefaksi tanah adalah penyebab yang lebih langsung.[43] Tidak ada pengunjung maupun karyawan yang terluka dalam gempa tersebut, namun setidaknya 20.000 dari sekitar 69.000 pengunjung yang hadir hari itu terpaksa bermalam di dalam dua taman hiburan resort akibat lumpuhnya transportasi umum Tokyo.[43][44] Pihak taman mengumumkan penutupan resort setidaknya selama 10 hari untuk keperluan inspeksi dan pemeliharaan.[44]

Tokyo Disneyland kembali dibuka pada 15 April 2011, dengan menyumbangkan ¥300 pertama dari setiap tiket masuk kepada Palang Merah Jepang. Disney Ambassador Hotel dan Tokyo Disneyland Hotel juga dijadwalkan dibuka kembali pada 15 April, sementara pertunjukan ZED milik Cirque du Soleil dijadwalkan kembali tampil pada 23 April 2011. Tokyo DisneySea beserta hotelnya, Tokyo DisneySea Hotel Mira Costa, tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.[45] Diperkirakan resort ini mengalami kerugian lebih dari $400 juta selama lima minggu penutupan — penutupan berkepanjangan pertama dalam sejarahnya.[46]

Pada 28 April 2011, menjelang dimulainya rangkaian hari libur Golden Week, Tokyo DisneySea kembali dibuka. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan rencana peluncuran perdana Fantasmic! dan area sambut karakter Mickey and Friends' Greeting Trails. Meskipun resort telah sepenuhnya dibuka kembali, perayaan ulang tahun ke-10 Tokyo DisneySea yang semula direncanakan pada September 2011 terpaksa ditunda.[47]

Pandemi COVID-19

[sunting | sunting sumber]
  • Akibat pandemi COVID-19 tahun 2020 yang disebabkan oleh novel coronavirus dan menyebar ke Jepang, Oriental Land Company menutup resort ini — termasuk Tokyo Disneyland, Tokyo DisneySea, dan kompleks perbelanjaan Ikspiari — mulai 29 Februari hingga 1 Juli 2020. Pembukaan kembali yang semula dijadwalkan pada 15 Maret 2020 kemudian ditunda hingga 1 Juli 2020.[48]

Tokyo Disneyland

[sunting | sunting sumber]
  • Pada 8 Januari 2008, sebagian dari sebuah float parade ambruk saat pertunjukan parade "Disney Dreams On Parade: Movin' On!" berlangsung. Sebuah tiang baja dengan berat sekitar 300 kg (661,39 pon) jatuh dari float Buzz Lightyear tidak jauh dari para pengunjung.[49] Tidak ada pemain maupun pengunjung yang terluka, dan tiang tersebut segera disingkirkan oleh para staf taman.[50] Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, taman ini membatalkan seluruh parade demi menyelesaikan pemeriksaan keselamatan.[51]
  • Pada 13 Desember 2022 pukul 15.45, seorang pria berusia 51 tahun asal Ichihara, Chiba, berlari masuk ke jalur parade saat pertunjukan parade "Disney Christmas Stories" sedang berlangsung. Pria tersebut langsung ditahan oleh para staf taman dan kemudian ditangkap oleh Kepolisian Prefektur Chiba atas dugaan penghalangan kegiatan usaha secara paksa. Parade terhenti selama sekitar enam menit akibat insiden ini. Tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.[52]

Space Mountain

[sunting | sunting sumber]
  • Pada 5 Desember 2003, sebuah rangkaian kereta roller coaster tergelincir saat sedang kembali menuju stasiun. Tidak ada penumpang yang terluka, dan wahana ditutup untuk penyelidikan.[53] Penyelidikan yang dilakukan oleh Oriental Land Company (pemilik/operator taman) pada Januari 2004 menyimpulkan bahwa as roda pada kereta mengalami kegagalan karena diameternya lebih kecil dari spesifikasi yang dibutuhkan untuk komponen tersebut.[54] Wahana kembali dibuka pada Februari 2004 setelah 17 pejabat taman menerima sanksi teguran atas kecelakaan tersebut.[55]

Swiss Family Treehouse

[sunting | sunting sumber]
  • Pada Januari 2008, kebakaran terjadi di dalam wahana ini sehingga seluruh pengunjung harus dievakuasi. Tidak ada tamu yang terluka, dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian.[51]

Tokyo DisneySea

[sunting | sunting sumber]

Raging Spirits

[sunting | sunting sumber]
  • Sekitar pukul 16.00 WIB pada 28 Mei 2012, seorang pria berusia 34 tahun mengalami cedera ringan di kaki setelah mencoba turun dari kereta roller coaster yang masih bergerak. Ia panik saat kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun sementara palang pengaman kursinya masih dalam posisi terangkat. Saat ia berusaha keluar dari wahana dengan melangkah ke peron, kaki kanannya terseret sejauh sekitar 2 meter di sepanjang peron sehingga menimbulkan cedera. Penyidik polisi menduga palang pengaman tidak mengunci karena seorang karyawan sempat membuka kunci palang pengaman semua kursi setelah menemukan satu palang pada kursi kosong yang masih terangkat. Akibatnya, palang pada kursi pria tersebut juga ikut terbuka, dan karena ia tidak menekan palang ke bawah sebelum kereta bergerak, pengaman pun tidak terpasang. Raging Spirits ditutup hingga keamanannya dapat dipastikan. Ini merupakan kasus pertama penumpang yang terluka pada wahana di Tokyo Disney Resort.[56]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Shoji, Kaori (April 12, 2013). "Tokyo Disneyland turns 30!". JapanTimes. Diakses tanggal Agustus 11, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 "Japan's Disneyland a little different". Pittsburgh Post-Gazette. Oktober 9, 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 10, 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Attractions – Tokyo Disneyland". Tokyo Disney Resort. Diarsipkan dari asli tanggal November 24, 2013. Diakses tanggal Oktober 10, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "TEA/AECOM 2024 Theme Index and Museum Index". Themed Entertainment Association. 2024. Diakses tanggal Oktober 24, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Kallay, Bill (1985). "Tokyo Disneyland: Successor to a Great Tradition". Amusement Park Journal: 9–11.
  6. ↑ "Abandoned Nara Dreamland: Japan's Almost-Disney". www.themeparktourist.com (dalam bahasa Inggris). 2023-04-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-03-15. Diakses tanggal 2024-05-03.
  7. ↑ "Inviting Disneyland to Japan | History / Chronology | About Us | Oriental Land Co., Ltd". www.olc.co.jp (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-03.
  8. ↑ "Masatomo Takahashi". D23.
  9. 1 2 "Oriental Land Co, Ltd. creation period – 50 years of History". OLC Group. November 28, 1980. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 4, 2016. Diakses tanggal Oktober 10, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Tokyo Disneyland to close through mid-March on coronavirus concerns". CNBC (dalam bahasa Inggris). Februari 28, 2020. Diakses tanggal Maret 12, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Yasharoff, Hannah. "Tokyo Disneyland, Universal Studios Japan extend park closures over coronavirus". USA Today (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Maret 12, 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. 1 2 3 4 5 Travel, Klook. "The Ultimate Guide to Tokyo Disneyland for a Magical Time - Klook Travel Blog". www.klook.com (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2024-05-03.
  13. 1 2 3 4 5 "Tokyo Disneyland". www.japan-guide.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-03.
  14. ↑ Splash Mountain Archive (Desember 23, 2022). "Tony Baxter Explains Splash Mountains History (Disneyland)" (YouTube). YouTube.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Splash Mountain History". SongoftheSouth.net. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 6, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Beauty and the Beast ride to open in 2020 at Tokyo Disneyland". Blooloop. September 20, 2019. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. 1 2 "Tokyo Disneyland's Beauty and Beast Castle, largest expansion in park's history, to open on Sept 28". Japan Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-30.
  18. 1 2 Leggate, James (2020-09-17). "Tokyo Disneyland expansion with 'Beauty and the Beast' castle opening this month". Fox News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-30.
  19. ↑ "New Experiences at Tokyo Disneyland Park Featuring New Fantasyland, Enchanted Tale of Beauty and the Beast and More Open Today!". Disney Parks Blog (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 30, 2020. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Buzz Lightyear Ride Closing Forever at Tokyo Disneyland, Wreck-It Ralph Attraction Coming to New Tomorrowland - WDW News Today". wdwnt.com (dalam bahasa American English). 2024-04-26. Diakses tanggal 2025-02-12.
  21. ↑ "Tokyo Disney Announces Opening Timeframe for Wreck-It-Ralph Attraction". WDW News Today (dalam bahasa American English). 2026-01-29. Diakses tanggal 2026-01-29.
  22. ↑ Alexandra (2022-04-27). "A New Space Mountain Coming to Tokyo Disneyland in 2027". Disney Parks Blog (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-12.
  23. ↑ "TEA/ERA 2006 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/ERA. 2007. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "TEA/ERA 2007 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/ERA. 2008. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ "TEA/ERA 2008 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/ERA. 2009. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "TEA/AECOM 2009 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/AECOM. 2010. hlm. 7. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "TEA/AECOM 2010 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/AECOM. 2011. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "TEA/AECOM 2011 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/AECOM. 2012. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "TEA/AECOM 2012 Global Attractions Report" (PDF). Themed Entertainment Association. 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 8, 2014. Diakses tanggal Juli 25, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "TEA/AECOM 2013 Global Attractions Report" (PDF). Themed Entertainment Association. 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Juni 6, 2014. Diakses tanggal Juni 6, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "TEA/AECOM 2014 Global Attractions Attendance Report" (PDF). Themed Entertainment Association/AECOM. 2015. hlm. 7. Diakses tanggal Mei 27, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "TEA/AECOM 2015 Global Attractions Attendance Report Report" (PDF). Themed Entertainment Association. 2016. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Juni 18, 2016. Diakses tanggal Juni 3, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ "TEA/AECOM 2016 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2016. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Juni 2, 2017. Diakses tanggal Juni 6, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ "TEA/AECOM 2017 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2017. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Juni 2, 2017. Diakses tanggal Mei 17, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ "TEA/AECOM 2018 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2018. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Juni 2, 2017. Diakses tanggal Mei 23, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "TEA/AECOM 2019 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2019. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Juli 17, 2020. Diakses tanggal Juli 18, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ "TEA/AECOM 2020 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2020. Diakses tanggal November 26, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ "Events & News" (dalam bahasa Inggris). Themed Entertainment Association. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 9, 2022. Diakses tanggal 2022-11-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "TEA/AECOM 2022 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2022. Diakses tanggal Agustus 15, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "TEA/AECOM 2023 Theme Index and Museum Index" (PDF). Themed Entertainment Association. 2023. Diakses tanggal Agustus 15, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "TEA/AECOM 2024 Theme Index and Museum Index". Themed Entertainment Association. 2024. Diakses tanggal Oktober 24, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ Tom Walker (2011-03-11). "Thousands Stranded at Disneyland Tokyo". Attractions Management. Diakses tanggal 2011-03-14.
  43. 1 2 "Japan ablaze after quake; no radiation leaks". Australian Broadcasting Corporation. 2011-03-11. Diakses tanggal 2011-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  44. 1 2 "Disney reality check for the stuck". The Japan Times. 2011-03-13. Diakses tanggal 2011-03-14.
  45. ↑ "Tokyo Disney Resort Reopening Notice". Tokyo Disney Resort. April 2011. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 14, 2011. Diakses tanggal April 13, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ "Tokyo Disneyland Brings Smiles". Wall Street Journal. 2011-04-15. Diakses tanggal 2011-04-15.
  47. ↑ MacDonald, Brady (2011-04-28). "Tokyo Disney resort fully reopening theme parks after quake". Los Angeles Times. Los Angeles. Diakses tanggal 2011-04-28.
  48. ↑ "Tokyo Disneyland, DisneySea reopen after four-month closure due to coronavirus pandemic". USA Today.
  49. ↑ "TDL フロート破損". YouTube. 2008-01-08. Diakses tanggal 2020-09-27.
  50. ↑ "[TDL] Accident during Dreams on Parade [Disney]". 2008-01-09. Diakses tanggal 2020-09-27.
  51. 1 2 "Tokyo Disneyland cancels parade after accident". NBC News. Associated Press. 2008-01-09. Diakses tanggal 2011-03-14.
  52. ↑ "Man arrested for allegedly stopping Tokyo Disneyland parade". Mainichi Daily News (dalam bahasa Inggris). 2022-12-14. Diakses tanggal 2022-12-31.
  53. ↑ United Press International (2005-12-05). "Disney roller coaster in Japan derails". Diakses tanggal 2011-03-14.[pranala nonaktif]
  54. ↑ "USMA Unit mixups". U.S. Metric Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-09-23. Diakses tanggal 2011-03-14.
  55. ↑ "Tokyo Disneyland Operator Reprimands Officials for 'Space Mountain' Accident". Kyodo News International. HighBeam. 2004-02-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-05. Diakses tanggal 2011-03-14.
  56. ↑ "Rider hurt in Disney safety glitch". Japan Times. 2012-05-30. Diakses tanggal 2011-05-30.

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar

[sunting | sunting sumber]

35°37′58″N 139°52′50″E / 35.63278°N 139.88056°E / 35.63278; 139.88056